Seperti kita ketahui, bahwa beberapa waktu yang lalu ada tangan-tangan yang tidak bertangung jawab mencoba untuk merusak beberapa tanda penunjuk arah GIK dan sekarang sudah mulai berani merambah untuk mengambil barang milik penghuni GIK…
Mengapa hal ini terjadi? Sederhana saja jawabnya, karena pengembang kurang peduli dengan keadaan pengamanan, baik asset mereka yang belum diserahterimakan ke warga maupun pengamanan lingkungan dalam perumahan GIK.
Seharusnya pengembang memberikan suatu job descripsion security mengenai pengamanan asset mereka baik yang diluar maupun yang didalam kompleks perumahan. Dalam hal ini, kita tidak selayaknya menyalahkan security yang bertugas karena merekapun tidak tahu apa yang harusnya dijaga dan diamankan oleh mereka terhadap warga. Terlepas dari job descripsion security yang diberikan, pengembangpun wajib memberikan suatu fasilitas peralatan dan perlengkapan standar yang harus mereka punya.
Coba kita tengok keseharian mereka dalam bertugas, tidak maksimalkan!. Bahkan sebenarnya sudah kita berikan arahan dalam masalah keamanan baik dalam dan luar lingkungan namun apa jadinya merekapun tidak melaksanakan hal tersebut, karena mereka beranggapan bahwa mereka bertugas atas perintah dan bertanggung jawab terhadap pengembang bukan kepada warga.
Untuk penataan jalan blok D, secara karakteristik memang conblok sangat ramah terhadap lingkungan, kita mengakui bahwa pengembang dalam urusan teknis menteknisi sudah ahlinya dalam merancang dan menata jalan lingkungan. Sudah terujikan???lihat saja hasilnya???
Karena mereka sudah sangat ahli dalam membuatnya, alangkah baiknya kalau mereka perlu kita awasi dalam pelaksanaanya, agar hasilnya bisa lebih teruji dan layak untuk warga perumahan GIK..ada suatu pertanyaan yang mengelitik agar kita bertanya pada rumput yang bergoyang karena pengembangpun tak tahu lagi kapan waktu pelaksanaan perbaikan jalan tersebut terlaksana….masih kurang persiapankah atau masih menunggu musih hujankah….atau menunggu dana yang terpendam..????
Kamis, 26 Februari 2009
Selasa, 24 Februari 2009
WARTA GRIYA POST

Assalamualaikum Wr, Wb
Dengan terjadinya peristiwa pencurian dilingkungan Griya Insani, kami sangat perihatin dengan kejadian tersebut.
Adapun mengenai keamanan yang telah ada setidaknya warga belum bisa berharap banyak, hal ini bisa diambil hikmahnya tentunya Warga Griya Insani agar lebih waspada dalam hal pengamanan lokal.
Bagaimana diusulkan untuk lingkungan Blok A, B dan C untuk sementara menggunakan 1 pintu saja. akses ini yang dapat termonitor lebih maksimum.
Sedangkan Blok D yang terpisah dari Blok yang lain setiap waktunya pintu gerbang selalu dalam keadaan tertutup, tidak ada akses tamu yang tak dikenal atau orang yang tidak punya keperluan mudah masuk kedalam lingkungan tsb.
Adapun Informasi yang didapat wilayah khusus kukusan ada jadwal tertentu tangan panjang beroparasi yakni :
hari Senin mulai pagi sampai malam
hari Kamis mulai siang sampai jum'at malam.
mungkin hal ini bisa diwaspadai dan dapat mengamankan kepemilikannya.
Trimakasih
Wasalamualaikum Wr Wb.
Jumat, 20 Februari 2009
MARKAS DA'WAH
Assalamu'alaikum warah matullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, begitu lama kita mendambakan kehadiran sebuah Musholla ditempat tinggal kita. akhirnya tercapai juga cita-cita kita dilingkungan Perum. Griya Insani .
Saat ini pengerjaanya telah mencapai 35%, berjalan kurang lebih 2 minggu. tentunya jika nanti terselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Insya Alloh beberapa bulan kedepan bisa kita gunakan sebagai " Markas Da'wah" yang bisa melahirkan dan mencetak generasi yang Islami, militansi dalam aqidah dan keimanan.Semoga saja dianak-anak kita ada didalamnya.
Mari kita persiapkan dan susun agenda, sebagai keseriusan Griya Insani untuk memakmurkannya.
Mungkin saja dengan hadirnya Musholla, bisa mengobati rasa kurang puas kita terhadap pengembang.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kamis, 19 Februari 2009
Informasi Terbaru dari Pengembang
Memenuhi permintaan Ketua FSW-GIK agar dapat mempublikasikan surat dari Humas GIK berkaitan dengan penundaan pengaspalan dikomplek GIK tercinta, berikut surat cinta tersebut:
Assalamu'alaikum.
Kepada yang kami hormati warga perumahan GIK. Media ini merupakan sarana yang efektif untuk menjembatani komunikasi antara warga GIK dan Developer GIK. Informasi terbaru yg dapat saya sampaikan antara lain :
- Jadwal pengaspalan Blok D yang sedianya tgl 20 februari diundur jadi tanggal 2 maret karena kurangnya persiapan teknis.
- Untuk warga di Blok A, B dan C, rencana pengaspalan menunggu musim hujan usai sekitar akhir bulan Maret.
Demikian informasi terkini yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat,
Wassalam
Yurito-Humas GIK
Jumat, 13 Februari 2009
Berantas Nyamuk Demam Berdarah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Seperti yang tertulis dibanyak media masa tentang epidemi DBD, khususnya Wilayah Jakarta Selatan Paling tinggi korbannya Nyamuk demam berdarah. walaupun kita bukan dijakarta selatan, yach.. nempel dikit tetanggaan, perlu juga antisipasi penularannya.
Dengan Ini kami mengajak Para warga Perum.Griya Insani dan lingkungan untuk Membersihkan lingkungan/Kerja Bakti pada :
Hari : Ahad, 15 Februari 2009
Jam : 07.00 sd selesai ( agar tidak kepanasan )
Lokasi : Lingkungan Perumahan
Demikian pemberitahuan ini, agar Bapak & Ibu diharapkan peran sertanya untuk dapat ambil bagian dalam jihad ini.
Trimakasih
Wassalam
atas nama
Karungga Perum.GIK
( Bp. Kamil )
Rabu, 11 Februari 2009
Jangan Cuma Bilang Siap Doang
Siap menerima pujian, tapi tidak siap menghadapi penghinaan/kritikan. Siap dengan penerimaan, tapi tidak siap dengan penolakan. Siap dengan kesenangan, tapi tidak siap dengan kemuraman.
Betapa banyak orang yang selalu mengharap kebaikan, memimpikan kebahagiaan, membayangkan keindahan, tapi tidak siap dengan kebalikan dari hal-hal tersebut.
Tiap segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu berpasangan, ada senang, tentu ada sedih; ada senyum, ada juga air mata; ada suka, berpasangan dengan duka; di samping manis, ada pahitnya rasa; selain cerah, juga ada mendung di langit sana.
Jangan terlalu tinggi menaruh harapan, karena bisa sakit kalau terjatuh, jangan terlalu jauh bermain dengan bayangan keindahan, kalau akan letih kalau tidak kesampaian.
Bersikap realistis, jangan terlalu tinggi dalam menilai diri. Tetap optimis dan semangat!
Ada beberapa hal yang terlihat indah bagi diri kita, padahal ia ngga seindah yang kita duga; dan (mungkin) ada banyak hal yang kita anggap sedih/menderita, padahal ia hanyalah berupa kebaikan-kebaikan yang hikmahnya belum terjangkau akal-pikiran kita.
Tawakal itu (menurut saya) artinya menyelaraskan antara keyakinan dengan amal perbuatan. Sedang syukur itu (menurut saya) adalah bergembira menerima segala hasil usaha.
Berharaplah untuk yang terbaik, namun bersiaplah untuk yang terburuk!
Jumat, 06 Februari 2009
Jodoh, ngga akan Ketuker kok
Jodoh ngga sama seperti memakai sandal jepit ke masjid, ngga bakalan ketuker kok.
Apakah jodoh merupakan bagian dari takdir?
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS. Fathir: 11)
Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. (HR Bukhari-Muslim)
Seorang sahabat mengatakan kepada saya bahwa jodoh merupakan rezeki juga, masuk ke dalam rezeki yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-hambaNya.
Kalau memang jodoh, Insya Allah jalannya akan dipermudah, kesulitan akan menghilang, dan hambatan akan menjadi lancar.
Apakah jodoh merupakan takdir yang dipengaruhi oleh amalan perbuatan?
Di sebuah hadits yang berbicara mengenai takdir, ada sebuah jawaban yang menarik dari Rasulullah SAW,
Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil. Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: Tidak ada seorang pun dari kamu sekalian atau tidak ada satu jiwa pun yang hidup kecuali telah Allah tentukan kedudukannya di dalam surga ataukah di dalam neraka serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia. Lalu seorang lelaki tiba-tiba bertanya: Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. (HR Bukhari-Muslim)
Berusahalah dengan optimal, yang terbaik, dalam bingkai kesabaran dalam menuju kebaikan, dan bersabar dari mengerjakan usaha-usaha pencarian jodoh yang tidak Ia perkenankan.
Iringilah pula dengan doa, karena ia senjatanya orang-orang beriman,
Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Apakah jodoh merupakan bagian dari takdir?
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS. Fathir: 11)
Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. (HR Bukhari-Muslim)
Seorang sahabat mengatakan kepada saya bahwa jodoh merupakan rezeki juga, masuk ke dalam rezeki yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-hambaNya.
Kalau memang jodoh, Insya Allah jalannya akan dipermudah, kesulitan akan menghilang, dan hambatan akan menjadi lancar.
Apakah jodoh merupakan takdir yang dipengaruhi oleh amalan perbuatan?
Di sebuah hadits yang berbicara mengenai takdir, ada sebuah jawaban yang menarik dari Rasulullah SAW,
Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil. Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: Tidak ada seorang pun dari kamu sekalian atau tidak ada satu jiwa pun yang hidup kecuali telah Allah tentukan kedudukannya di dalam surga ataukah di dalam neraka serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia. Lalu seorang lelaki tiba-tiba bertanya: Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. (HR Bukhari-Muslim)
Berusahalah dengan optimal, yang terbaik, dalam bingkai kesabaran dalam menuju kebaikan, dan bersabar dari mengerjakan usaha-usaha pencarian jodoh yang tidak Ia perkenankan.
Iringilah pula dengan doa, karena ia senjatanya orang-orang beriman,
Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)
Langganan:
Postingan (Atom)