sumber: harian kompas edisi 24/3/2009
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Senin (23/3), menyebutkan, Depok, sebagian Jakarta Selatan, hingga Serang, Banten, merupakan kawasan yang paling sering didera petir. Intensitas terjadinya petir di kawasan itu termasuk paling tinggi sedunia. Berdasarkan analisis data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian kawasan Bogor hingga perbatasan dengan Jakarta Selatan merupakan dataran rendah luas dengan tutupan lahan atau hutan yang amat kurang. Menurut mereka, penguapan terjadi sangat cepat dan radiasi matahari amat tinggi dari pagi hingga siang. Hal itu memicu terbentuknya awan dari kumulus menjadi Cumulonimbus dengan ketebalan 1,5 meter hingga 7 meter. Jika saja hutan di kawasan itu masih terjaga, sebenarnya bisa berfungsi menyerap dan menstabilkan penguapan maupun radiasi. ”Pembentukan awan jenis ini selalu disertai petir. Dampak ikutan lainnya adalah hujan es, hujan amat lebat, dan angin kencang, yang sering disebut puting beliung,” kata Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Kukuh Ribudiyanto, Senin kemarin. Akibat sambaran petir, Minggu lalu, sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dan dua lainnya terluka. Kedua korban tewas adalah masing-masing satu orang di Serang, Banten, dan Depok, Jawa Barat. Berkaca kepada kejadian tersebut, warga Jabodetabek diharapkan selalu berhati-hati. Jika terlihat mendung tebal dan terdengar bunyi gemuruh di langit, sebaiknya warga menghindari tempat terbuka (apalagi main tenis meja) dan jangan berdiri di dekat pohon atau tiang listrik. Warga juga diminta mematikan peralatan elektronik dan tidak memegang benda-benda dari besi.
