Rabu, 11 Februari 2009

Jangan Cuma Bilang Siap Doang


Siap menerima pujian, tapi tidak siap menghadapi penghinaan/kritikan. Siap dengan penerimaan, tapi tidak siap dengan penolakan. Siap dengan kesenangan, tapi tidak siap dengan kemuraman.
Betapa banyak orang yang selalu mengharap kebaikan, memimpikan kebahagiaan, membayangkan keindahan, tapi tidak siap dengan kebalikan dari hal-hal tersebut.
Tiap segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu berpasangan, ada senang, tentu ada sedih; ada senyum, ada juga air mata; ada suka, berpasangan dengan duka; di samping manis, ada pahitnya rasa; selain cerah, juga ada mendung di langit sana.
Jangan terlalu tinggi menaruh harapan, karena bisa sakit kalau terjatuh, jangan terlalu jauh bermain dengan bayangan keindahan, kalau akan letih kalau tidak kesampaian.
Bersikap realistis, jangan terlalu tinggi dalam menilai diri. Tetap optimis dan semangat!
Ada beberapa hal yang terlihat indah bagi diri kita, padahal ia ngga seindah yang kita duga; dan (mungkin) ada banyak hal yang kita anggap sedih/menderita, padahal ia hanyalah berupa kebaikan-kebaikan yang hikmahnya belum terjangkau akal-pikiran kita.
Tawakal itu (menurut saya) artinya menyelaraskan antara keyakinan dengan amal perbuatan. Sedang syukur itu (menurut saya) adalah bergembira menerima segala hasil usaha.
Berharaplah untuk yang terbaik, namun bersiaplah untuk yang terburuk!

Jumat, 06 Februari 2009

Jodoh, ngga akan Ketuker kok

Jodoh ngga sama seperti memakai sandal jepit ke masjid, ngga bakalan ketuker kok.

Apakah jodoh merupakan bagian dari takdir?

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (QS. Fathir: 11)
Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. (HR Bukhari-Muslim)
Seorang sahabat mengatakan kepada saya bahwa jodoh merupakan rezeki juga, masuk ke dalam rezeki yang dianugerahkan oleh Allah kepada hamba-hambaNya.
Kalau memang jodoh, Insya Allah jalannya akan dipermudah, kesulitan akan menghilang, dan hambatan akan menjadi lancar.
Apakah jodoh merupakan takdir yang dipengaruhi oleh amalan perbuatan?
Di sebuah hadits yang berbicara mengenai takdir, ada sebuah jawaban yang menarik dari Rasulullah SAW,
Kami sedang mengiringi sebuah jenazah di Baqi Gharqad (sebuah tempat pemakaman di Madinah), lalu datanglah Rasulullah saw. menghampiri kami. Beliau segera duduk dan kami pun ikut duduk di sekeliling beliau yang ketika itu memegang sebatang tongkat kecil. Beliau menundukkan kepalanya dan mulailah membuat goresan-goresan kecil di tanah dengan tongkatnya itu kemudian beliau bersabda: Tidak ada seorang pun dari kamu sekalian atau tidak ada satu jiwa pun yang hidup kecuali telah Allah tentukan kedudukannya di dalam surga ataukah di dalam neraka serta apakah ia sebagai seorang yang sengsara ataukah sebagai seorang yang bahagia. Lalu seorang lelaki tiba-tiba bertanya: Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. (HR Bukhari-Muslim)
Berusahalah dengan optimal, yang terbaik, dalam bingkai kesabaran dalam menuju kebaikan, dan bersabar dari mengerjakan usaha-usaha pencarian jodoh yang tidak Ia perkenankan.
Iringilah pula dengan doa, karena ia senjatanya orang-orang beriman,
Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

Rabu, 04 Februari 2009

asa yang hampir tercapai

hujan terus saja mengguyur wajah perumahan GIK, walau hujan aktivitas warga tetap berjalan, semenjak pukul 05.30 sudah ada yang berangkat ke cikarang, tanggerang, slipi, pondok gede, gatot subroto, ada juga yang mengantar anak sekolah, ada juga yang mengantar ke mertua dulu, hanya mbok sayuran yang tidak kelihatan batang hidungnya mungkin pesek kali...

pukul 10 lebih dikit secercah asa mulai tiba, hanya gara-gara sebuah mobil pick up yang membawa kaso-kaso bekas untuk sebuah bedeng musholla...
secercah asa itu sudah tiba kawan...untuk kita mengumandangkan asma allah, untuk kita berbuat untuk kemajuan suatu agama allah, untuk kita yang selalu haus akan interaksi antar warga...dari kita oleh kita dan untuk kita mungkin bukan untuk pengembang yang brengsek itu.....

Senin, 02 Februari 2009

Fauzi Saleh: Developer sukses nan dermawan

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.

Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar. Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untukmemajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.
Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah,membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2. Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.
Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketikaberanjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.
“Ini semua dari Allah SWT. Saya tidak ada apa-apanya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Allah, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.
Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. “Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.
“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yangtelah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”.

Rabu, 28 Januari 2009

Musim jihad telah tiba

Seringkali saya agak bingung untuk mengkategorikan pekerjaan/tindakan yang termasuk dalam area jihad atau bukan. Beberapa literatur buku islam menyebutkan kurang lebih bahwa jihad adalah tindakan/pekerjaan yang dilakukan demi membela yang haq dan menghancurkan kebathilan sesuai syariat Islam sehingga akan mendapatkan kesyahidan. Contoh nyata saat ini, perjuangan bangsa palestina-pejuang hamas dalam menghadapi kebiadaban kaum zionis yahudi-israel yang berusaha menyerang dan meluluhlantakan daerah jalur Gaza. Jelas, perjuangan hamas tersebut selain dilatarbelakangi oleh pembelaan akan tanah air juga demi akidah islam.
Beberapa saat yang lalu, saya sedang berusaha mendapatkan dan memperjuangkan hak sebagai konsumen rumah, yaitu menanyakan -tentunya lebih mudah melalui telepon dengan staf pengembang karena amat sangat sulit bisa bertemu dengan yang bahurekso- bagaimana kelanjutan pengaspalan jalan didepan kompleks rumah dan sampai dimana perizinan IMB dihasilkan mengingat sudah cukup lama aspek legalitas dan prasarana perumahan yang dibangun oleh pengembang terabaikan. Dalam catatan saya, sudah lebih dari 3 (tiga) kali ada janji untuk dilakukan aspalisasi dan IMB-nisasi yang selalu disampaikan namun selalu juga entahlah bahasa yang tepat apa, diundur atau diingkari -subhanallah- dengan berbagai alasan.
Pertama, dibulan agustus 2008 dengan dibubuhi tandatangan pembesar developer, disampaikan beberapa rencana penyelesaian kompleks perumahan termasuk aspalisasi tersebut, nyatanya meleset. Kedua, informasi dari tim marketing, akan dilakukan penyelesaian menunggu seluruh rumah dikompleks selesai (akhir 2008), rumah semua selesai tapi realisasi tak nampak. Selanjutnya, dalam acara mirip klompencapir zaman orba, disepakati rencana penyelesaian akan dilakukan bulan januari 2009 tetapi apa yang terjadi hingga akhir bulan januari ini tidak nampak tanda-tanda pekerjaan. Terakhir, melalui orang kepercayaan pengembang tersiar kabar, alamak, aspalisasi ditunda lagi dan digeser bulan selanjutnya (entah tahun berapa, mungkin, tahun 2018?) dengan alasan yang menurut saya aneh bin ajaib - dana tidak tersedia-, bagaimana dana tidak ada, kata orang pinter kalau rumah (KPR) sudah diserahterimakan kepada pembeli maka seluruh dana sudah diberikan seluruhnya kepada pengembang. Hmm, dikemanakan dana itu?? bukankah mustinya sudah dilakukan budgeting pembangunan rumah dari awal tentunya dengan membuat plan a, plan b, plan c sebagai antisipasi jika ada hal-hil diluar perhitungan -misal, force majeur, krisis keuangan global, inflasi - dan skala prioritas budgeting-pekerjaan.

Saat pembeli rumah termasuk saya jika tidak mematuhi salah satu klausul perjanjian jual-beli akan ada reward and punishment, misalnya dalam beberapa waktu tidak melunasi DP maka uang tanda jadi akan hilang. Namun, apakah kondisi sebaliknya juga terjadi seandainya pengembang melakukan tindakan wanprestasi?

Tentunya, sebagai orang beradab dan penyabar (?), saya sampai dengan saat ini berusaha menghormati kesepakatan rencana penyelesaian dibulan januari 2009 ini. Jalan yang belum diaspal -entah nanti jadi diaspal dengan baik atau sekadar aspal-aspalan- sudah banyak merugikan penghuni maupun orang lain -tamu misalnya-. Jangankan hujan deras, gerimispun bisa membuat jalan becyek -kata pesinetron cinta laura- dan licin, fakta sudah ada yang terpeleset jatuh termasuk anak kecil penghuni. Harapan saya, lakukan segera pekerjaan yang merupakan hak penghuni tanpa mengulur-ulur waktu pelaksanaan termasuk alasan karena musim hujan atau dana tidak ada.

Kira-kira perjuangan saya dan penghuni mendapatkan hak yang semustinya diperoleh termasuk kategori jihad bukan ya??? hehehe....

* bahurekso = sang penguasa

** orang pinter = mbah Maridjan (konon cuma lulus sekolah ongko loro/Sekolah Rakyat)

Sabtu, 24 Januari 2009

Arti Menang Kalah dalam Jihad Gaza


Dua hari sebelum pelantikan Obama, Israel melakukan gencatan senjata sepihak (unilateral), Ahad lalu. Lebih 1.500 muslim Gaza syahid, ribuan lainnya luka-luka, sebagian besar anak-anak dan wanita, dan hampir seluruh bangunan dan sarana hidup yang ada di Gaza hancur.
Begitu pun dengan sang agresor, Zionis Israel, yang juga mengalami pukulan hebat dari pejuang Hamas. Menurut Yisrael Katz, anggota Parlemen Partai Likud, ratusan tentara Israel yang luka dalam perang. Milyaran dolar biaya perang selama agresi Israel, yang berlangsung tiga pekan itu.
Sejumlah analis akhirnya mengungkapkan pertanyaan sederhana. Siapa yang kalah dan siapa yang menang dalam perang antara Hamas Israel? Dari segi fisik, para analis mengatakan bahwa mujahidin Hamas di Gaza memang mengalami kehancuran hebat. Mulai dari gedung-gedung, infrastruktur negara, dan ribuan warga yang menjadi korban. Suatu hal yang tidak dialami Israel.
Namun, dilihat dari segi non-fisik, akibat perang yang berlangsung di Gaza itu, seperti moral, citra, dukungan, dan tumbuhnya kesadaran bersama umat Islam, di Timur dan Barat, mereka bersatu membantu saudaranya-muslim di Gaza. Sebaliknya, perpecahan dalam tubuh Israel yang saling menyalahkan, jelas-jelas bahwa kemenangan ada pada mujahidin Hamas di Gaza.
Hamas yang awalnya hanya gerakan sosial, berubah menjadi gerakan politik, dan menjadi gerakan jihad (militer) dalam menghadapi Israel. Hamas sebagai entitas yang masih sangat sederhana telah mengubah dunia. Mengubah wajah Israel. Dan, dapat menyatukan umat Islam, serta masyarakat internasional di Timur dan Barat, dan bersepakat bahwa Israel menjadi ancaman keamanan.
Sedemikian naiknya citra Hamas di mata dunia. Selain mengalirnya bantuan dan dukungan dari pihak masyarakat muslim internasional, dunia pun akhirnya menyaksikan siapa yang sebenarnya teroris. Karena selama ini, Amerika telah mendoktrin dunia bahwa Hamas adalah salah satu organisasi teroris berbahaya di dunia. Kini, fakta menunjukkan sebaliknya. Seorang ilmuwan Yahudi, Ilan Pappe, mengatakan, malu menjadi seorang Yahudi, mereka benar-benar mempraktekan ideologi yang rasis.
Ada hal lain yang tidak kalah pentingnya dari naiknya citra Hamas dan perjuangan rakyat Palestina, umumnya. Bahwa, sudah saatnya umat Islam dan Gerakan Islam di dunia termasuk di Indonesia bercermin dengan apa yang telah dibuktikan oleh Hamas dan Palestina.
Cerminan tersebut antara lain, adanya konsistensi untuk selalu memperjuangkan Islam walaupun harus berhadapan dengan kekuatan negara besar seperti Amerika, Inggris, Israel, Uni Eropa, dan sebagian negara Arab, dan lain-lain. Kedua, kesadaran bahwa perjuangan Islam bukan hanya monopoli kelompok tertentu dalam gerakan Islam, tapi melibatkan kelompok lain.
Hal itulah yang pernah diucapkan Khalid Misy'al beberapa hari sebelum penyerangan Israel ke Gaza di sebuah Muktamar Internasional di Damaskus: "Bukan cuma Hamas yang berjuang di Palestina. Hamas hanya bagian dari dunia Arab dan dunia Islam yang semuanya melakukan perlawanan terhadap Israel.”
Dan ketiga, adanya keteladanan yang baik dari para pemimpin Hamas yang terus menunjukkan konsistensi dan keikhlasan dalam melawan Israel, serta kokohnya soliditas gerakan.

Senin, 19 Januari 2009

dimana tempat olah raga yah???

wah tenis meja ok tuh tuk olahraga..patungan yuk buat beli tenis meja....asik jadi...