Tadi sore hujan begitu derasnya disertai angin dan petir. Dan terbuktilah pada saluran draenase perumahan GIK dari blok A, B, C, hingga D dipenuhi luapan air. Kita akui bahwa level elevasi perumahan kita memang dibawah jalan kecuali blok D yang hampir rata dengan jalan utama. Namun kalau perencanaan dari pengembang matang pasti tidak akan terjadi luapan air yang membuat sebagian rumah di blok A kemasukan air.
Memang lahan perumahan GIK merupakan daerah tangkapan air, nah disinilah pihak pengembang tidak merencanakan secara matang dan tidak bisa merekayasa landscape yang ada. Andai saja pada saat pekerjaaan persiapan pematangan lahan level elevasi pengurugan dan pemadatan dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang, sudah sangat pasti tidak terjadi luapan air. Coba kita lihat andaikan level elevasi di blok B10, dan C9 dinaikan menjadi 1 meter tidak akan terjadi hal seperti ini. Memang itu banyak mengeluarkan biaya, namun sisi pelayanan terhadap konsumen dan kordinasi lingkungan sekitar itu yang diutamakan, dan pasti ada solusi yang terbaik!!!
Coba kita lihat blok D..kenapa masih bisa kemasukan air???bagaimana dengan pembuatan tanggulnya…efektifkah???ini hal yang sangat sepele tapi membawa permasalahan yang sangat besar!!!
Coba kita perhatikan, derasnya air dari kandang sapi memang bisa dibendung oleh tanggul yang ada, namun air yang datang dari arah barat terbentur oleh derasnya air dari kandang sapi sehingga tumpahlah ke jalan dan masuklah air kembali ke blok D. Seharusnya luasan tanggul tidak seperti saat ini dan harus kordinasi kembali dengan lingkungan warga sekitar apabila luasan tanggul ditambah. Dalam perencanaan draenase saluran blok D juga tidak jelas sehingga buangan airnya pun tidak jelas, seharusnya mempunyai buangan sendiri, tapi kenyataannya air tetap dibuang melalui saluran blok B. dan blok B10 lah yang paling merana dilalui dan dihujani dari bebagai arah buangan air saluran. Karena terlalu banyak debit air yang masuk dan debit air yang datang dari arah barat sisi utara, meluaplah air sampai carpot A16 ,dan ada juga septictank yang menyembur keluar (A14) dan bagian dapur yang terendam (A15) akibat masuknya air saluran ke septicktank dan saluran buangan dapur..weleh-weleh…
FSW-GIK menghimbau agar dalam pengaspalan jalan diperhatikan untuk jalan utama lingkungan luar GIK sisi selatan kemiringan jalan harus condong ke saluran air, (dibuat semaximal mungkin agar nanti apabila hujan, air tidak masuk ke perumahan GIK tapi ke saluran lingkungan sisi selatan..
Memang lahan perumahan GIK merupakan daerah tangkapan air, nah disinilah pihak pengembang tidak merencanakan secara matang dan tidak bisa merekayasa landscape yang ada. Andai saja pada saat pekerjaaan persiapan pematangan lahan level elevasi pengurugan dan pemadatan dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang, sudah sangat pasti tidak terjadi luapan air. Coba kita lihat andaikan level elevasi di blok B10, dan C9 dinaikan menjadi 1 meter tidak akan terjadi hal seperti ini. Memang itu banyak mengeluarkan biaya, namun sisi pelayanan terhadap konsumen dan kordinasi lingkungan sekitar itu yang diutamakan, dan pasti ada solusi yang terbaik!!!
Coba kita lihat blok D..kenapa masih bisa kemasukan air???bagaimana dengan pembuatan tanggulnya…efektifkah???ini hal yang sangat sepele tapi membawa permasalahan yang sangat besar!!!
Coba kita perhatikan, derasnya air dari kandang sapi memang bisa dibendung oleh tanggul yang ada, namun air yang datang dari arah barat terbentur oleh derasnya air dari kandang sapi sehingga tumpahlah ke jalan dan masuklah air kembali ke blok D. Seharusnya luasan tanggul tidak seperti saat ini dan harus kordinasi kembali dengan lingkungan warga sekitar apabila luasan tanggul ditambah. Dalam perencanaan draenase saluran blok D juga tidak jelas sehingga buangan airnya pun tidak jelas, seharusnya mempunyai buangan sendiri, tapi kenyataannya air tetap dibuang melalui saluran blok B. dan blok B10 lah yang paling merana dilalui dan dihujani dari bebagai arah buangan air saluran. Karena terlalu banyak debit air yang masuk dan debit air yang datang dari arah barat sisi utara, meluaplah air sampai carpot A16 ,dan ada juga septictank yang menyembur keluar (A14) dan bagian dapur yang terendam (A15) akibat masuknya air saluran ke septicktank dan saluran buangan dapur..weleh-weleh…
FSW-GIK menghimbau agar dalam pengaspalan jalan diperhatikan untuk jalan utama lingkungan luar GIK sisi selatan kemiringan jalan harus condong ke saluran air, (dibuat semaximal mungkin agar nanti apabila hujan, air tidak masuk ke perumahan GIK tapi ke saluran lingkungan sisi selatan..
Perlu penambahan luasan tanggul atau lebar saluran lingkungan (dianilisis dan sistesis dahulu), kordinasikan dengan warga dul…
Dalam pengaspalan nanti Ketebalan aspal serta material yang ada harus sesuai perhitungan, sehingga kalau terjadi hujan tidak capat rusak dan mengelupas.
Hanya satu jam hujan turun namun luapan air sudah memasuki sebagian rumah-rumah di GIK. Padahal dulu sewaktu saya menanyakan ini kepada pengawas dan antek-antek pengembang GIK dengan gampangnya mereka menjawab….kalau 10 tahun baru pak bicara banjir di perumahan ini……lha ini baru jalan 1 tahun lebih dan hujan 1 jam????piye toh le le le,,,, sepertinya tidak perlu menunggu 10 tahun kaleeee boz zzzzz…zzz..zzzz…zz.zzzzzzzzzz…zz.zzz.zz.zzzzzz tidur kaleeee jawabnya……

