
Bismillaahirrahmaanirrahiem. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang loyal kepadanya.
Hamas, Lubuk Perjuangan Umat
Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku. Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.
Karena itulah umat Islam Palestina telah mendapatkan naungan hingga seluruh rakyat Palestina mendukungnya dengan sepenuh hati. Kalaulah tidak karena tabir dan rintangan yang dibuat oleh pemerintah otonom, maka ribuan mungkin jutaan sukarelawan akan bergabung melawan penjajah untuk membebaskan negeri Palestina dan membersihkan kesucian Al-Quds serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.
Tipuan Politik
Seiring dengan perjalanan waktu, negara-negara besar menggunakan tipu daya dan kecurangan politik dalam melancarkan misinya. Fitnah dikobarkan di tengah revolusi rakyat Palestina. Di balik komoditas perjanjian damai, Zionis berusaha menggunakan kesempatan untuk meluaskan daerah jajahan dan mengokohkan pendudukan atas tanah Palestina serta membangun tembok pemisah, membunuh para pejuang kemerdekaan, memblokade Gaza, menghancurkan bangunan-bangunan penduduk, dan merusak pertanian-perkebunan.
Hamas Adalah Harapan Rakyat Palestina
Penyemangat gerakan perlawanan Islam Palestina terhadap Zionis adalah Hamas. Rakyat Palestina merasa bahwa harapan mereka dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan masa depan adalah Hamas. Mereka hidup berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan sempit.
Orang-orang Hamas tetap mengangkat senjata dan melakukan perlawanan mengusir penjajah. Memberikan pelayanan kepada rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Mereka mengamalkan nilai-nilai dan prinsip Islam dalam kehidupan. Inilah awal gerakan perlawanan bersenjata skala dunia yang berhasil menyedot potensi musuh-musuh Islam.
'Gempa' dan 'Badai'
Dari sini mulai terjadilah kegemparan kemudian terjadi badai dalam perang psikologis dan pemikiran di Palestina. Gempar terjadi di kalangan rekan-rekan seperjuangan dan negara-negara Arab serta negara-negara Barat, terlebih Amerika Serikat dan yang pasti adalah penjajah Israel.
Kegemparan ini masih terus terjadi sebelum Hamas mau melucuti prinsip dan syiar perjuangan mereka melawan Israel. Tekanan pertama yang mereka lakukan adalah dengan ancaman memutus bantuan kepada rakyat Palestina. Dalam rangkaian konspirasi internasional, bagaimana menlu AS tidak hanya dengan ancaman boikot saja dan tidak hanya memprovokasi sekutu Baratnya, tetapi juga mengajak negara-negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi dan negara-negara teluk untuk menghentikan dukungan dan bantuannya kepada rakyat Palestina.
Mereka menekan pemerintah daerah kawasan dengan argumen bahwa dukungan kepada pemerintahan Hamas di Palestina akan memperlambat perbaikan politik dan penerapan demokrasi serta langkah mundur dalam penghormatan hak asasi manusia.
Kewajiban Kita
Kewajiban kita terhadap saudara-saudara kita, rakyat Palestina dan Hamas agar kita dapat mencegah badai yang dihembuskan Zionis dan Amerika:– Saya menyerukan untuk menertibkan kembali PLO dengan dasar kebangsaan yang murni dan sesuai dengan kriteria demokrasi.
– Saya mengajak warga Palestina di luar Palestina yang jumlahnya lebih dari warga yang tinggal di Palestina untuk mendukung saudara mereka yang tengah berjuang di Palestina secara moril dan materiil, politik, ekonomi dan sosial.
– Saya mengajak pemerintah negara-negara Arab untuk tidak tunduk kepada tekanan Amerika, bahkan kita harus meningkatkan sokongan kita kepada bangsa Palestina dalam perjuangannya mengusir penjajah Israel.
– Saya juga mengajak OKI untuk menggelar muktamar internasional negara-negara Islam untuk menguatkan dukungan kepada rakyat Palestina menghadapi konspirasi baru Zionis dan negara-negara Barat.
– Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina yang merupakan perwujudan dari pejuang terdepan dalam pembebasan Al-Quds dan tanah sucinya di Palestina.
– Terakhir, saya berikan dukungan khusus kepada Hamas, “Tsabatlah dengan prinsip kalian dan tetaplah pada jalan perjuangan kalian meski diterpa badai bertubi-tubi.
"Rakyat Palestina bersama kalian. Umat Islam bersama kalian. Bangsa Arab juga bersama kalian dan Allah di atas segala sesuatu tetap bersama kalian.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 7-8)
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)”
Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. keluarganya serta para sahabat.
Dengan serangan yang terjadi ditanah Palestina oleh Zionis Israel, mari kita dukung perjuangan Rakyat Palestina untuk merebut kembali hak atas tanahnya dengan menghadiri " Peduli Palestina "Bersama Ratusan Ribu Ummat Indonesia pada :
Hari : Jum'at, 2 Januari 2009
Tempat : Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta
Jam : 13.00 sd selesai
Muslim bersaudara bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh ada yang sakit, semuanya merasakan sakitnya.
Kami tunggu kontribusinya.
Wassalam.





Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar ". Surat Ash Shaffaat ayat 103-107Ibadah kurban harus didasari sikap berserah diri dan kemurnian cinta kepada Allah SWT seperti dilukiskan dalam ayat di atas. Mendapat perintah hanya melalui mimpi, seorang hamba Allah yang sangat taat bernama Ibrahim alaihi salam mengajak serta putranya Ismail untuk menjalankan perintah tersebut. Ayah dan anak itu bersabar dalam membenarkan mimpi itu hingga Allah benar-benar yakin akan kesungguhan cinta kedua hamba-Nya itu. Sebagai balasannya, Allah pun menebus Ismail dengan seekor sembelihan yang besar. Domba menggantikan Ismail sesaat sebelum Ibrahim menyembelih putranya itu, setelah melalui berbagai ujian dan godaan dari setan yang terus menerus menghasut melalui berbagai sudut. Tak berhasil menghasut ibrahim, ia mendekati Ismail yang masih kecil dan dianggap bisa dipengaruhi, namun ternyata Ismail tak kalah tegar dengan Ayahnya. Setan sang penggoda juga mendekati Siti Khajar untuk tak mengizinkan Ibrahim menyembelih putra kesayangan mereka. Perlawanan keluarga Ibrahim terhadap setan dilakukan dengan cara melempari batu kearah setan, mereka mengusir makhluk terkutuk itu. Permusuhan ini menjadi abadi karena terus menerus dilakukan seluruh jamaah haji dalam salah satu rangkaian ibadah haji yakni melempar jumrah. Sebuah teladan yang membuka mata kita lebar-lebar bahwa setan tak pernah lelah menggoda manusia dan senantiasa berusaha menjauhkan kita dari Allah. Pelajaran berharga lainnya yang dicontohkan keluarga pecinta Allah itu adalah bermusuhan dengan setan itu harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga, tak memberi celah sedikit pun makhluk pembangkang Allah itu masuk dan mendapati kelemahan pada diri masing-masing anggota keluarga. Boleh jadi seorang kepala keluarga tegar menghadapi godaan untuk korupsi di kantor, tetapi setan bisa berhasil mendekati sang isteri agar merayu suaminya melakukan perbuatan dosa dan merugikan banyak orang itu. Namun jika semua anggota keluarga memiliki keimanan yang kuat dan takut kepada Allah ketika hendak melakukan perbuatan yang dilarang. Perintah menyembelih Ismail semakin menguatkan keyakinan Ibrahim bahwa kecintaan sejati hanya milik Allah. Sehingga ujian seberat itu ditimpakan kepadanya, dan atas dasar cinta itu pula Nabi Allah itu berhasil melewati ujian tersebut. Ismail yang sudah berserah diri atas apa yang akan dilakukan Ayahnya berdasarkan perintah dalam mimpi, Ibrahim yang juga berserah diri telah menunjukkan bukti cinta sesungguhnya. Maka Ismail pun diganti seekor domba, sudah cukup bagi Allah mendapatkan bukti bahwa kedua hamba terbaik itu tak lagi diragukan cintanya. Seandainya pada saat itu Allah tak menggantikan Ismail dengan seekor domba dan Ibrahim benar-benar menyembelih putranya itu, adakah manusia pada masa ini yang hendak meniru teladan itu untuk membuktikan cinta kepada Allah? Sungguh sebuah ujian yang maha berat untuk bisa dikerjakan oleh manusia-manusia yang hidup sesudah masa itu. Mungkin akan selalu ada pertumpahan darah di antara anak-anak manusia menentang perintah tersebut, siapa yang harus disembelih? Anak sulung atau yang lain? atau tak satu pun Ayah yang tega memotong leher anaknya sendiri. Siapa Ayah yang tega melihat anaknya meregang nyawa dengan tenggorokan terputus? Tentu saja Allah tak membiarkan peristiwa tersebut terjadi. Niscaya tidak akan ada yang sanggup menjalankannya dan boleh jadi kebanyakan manusia di bumi ini akan mengingkari-Nya. Jangankan untuk menyembelih anak sendiri, bahkan saat ini untuk berkurban dengan hewan domba atau sapi pun masih sedikit yang melakukannya meski nyata-nyata ia memiliki kesanggupan. Ibrahim dan Ismail adalah orang terpilih untuk menjalankan perintah tersebut agar menjadi teladan yang baik kepada manusia-manusia sesudahnya. Maka siapapun yang meneladani Nabi Ibrahim hendaknya ia ikhlas dalam berkurban sebagai bukti cintanya kepada Allah melebihi apapun. Semakin ringan ia menjalankannya, semakin membuat Allah tersenyum seperti senyum saat Ibrahim dan Ismail membuktikan cintanya. Tidakkah ingin kita memeroleh senyum Allah itu? 















