Kamis, 05 November 2009

mari berqurban

Assalammualaikum Wr. Wb

Sesuai dengan hasil keputusan rapat pengurus DKM Musholla Al Insaan hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2009 tentang berqurban, dengan ini diberitahukan bahwa :

1.Pengurus DKM Musholla Al Insaan Perumahan Griya Insani Kukusan tidak menyelenggarakan penyembelihan hewan Qurban di Musholla Al Insaan Perumahan Griya Insani Kukusan.

2.Bagi warga perumahan Griya Insani Kukusan yang ingin berqurban dapat dilakukan secara kolektif dengan cara :Menghimpun dana sebesar Rp. 1.300.000/orang untuk 1 ekor sapi dengan jumlah 7 orang

3.Penyembelihan, penyaluran dan pendistribusian hewan qurban sepenuhnya diserahkan kepada Ketua RT 002/003 Kel. Kukusan

4.Diharapkan partisipasi warga Perumahan Griya Insani Kukusan untuk dapat menyaksikan dan membantu kegiatan penyembelihan hewan qurban di lingkungan RT 002/003 Kel. Kukusan.

5.Akan dilakukan rapat susulan kembali

Demikian untuk diketahui atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.

Wassalammualaikum Wr. Wb
Jakarta, 23 Oktober 2009
HUMAS
DKM MASJID AL INSAAN
PERUMAHAN GRIYA INSANI KUKUSAN

Selasa, 13 Oktober 2009

satu kesan sejuta makna

satu kesan dari salah satu warga :
Alhamdulillah... nikmat kali liburan kemaren. Trims tuk panitia,trims tuk donatur, trims tuk semua peserta yang bikin suasana jadi meriah. Trims tuk semua (termasuk yg gak ikut) yg telah berbesar hati mengorbankan materi,kepentingan,emosi dan ego demi kebersamaan dan silaturahmi yg lebih baik di antara kita. Mudah2an perbedaan pendapat yg terjadi tidak menjadikan kita saling benci tapi justru menjadikan kita saling memahami. Mudah2an keluh kesah yg terjadi tidak menimbulkan caci maki tapi justru menjadikan kita bisa berbagi. Mari kita saling mengikhlaskan, saling memberi kesempatan untuk memperbaiki diri, memberi ruang untuk mengubah posisi. Kita hilangkan dendam, kita hilangkan sakit hati, berinteraksi tanpa ada tendensi, tanpa ada prasangka yang justru menjauhkan hati. Setiap bertemu kita usahakan wajah ceria, senyum yg tulus dan hati yg suci.

Senin, 28 September 2009

perlu dukungan warga GIK

Assalammualaikum wr.wb...

Segenap pengurus Forum Silaturahim Warga Griya Insani Kukusan Mengucapkan :
MINAL AIDZIN WAL FAIZHIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, SELAMAT BERKUMPUL KEMBALI DI KELUARGA BESAR PERUMAHAN GRIYA INSANI KUKUSAN,

mohon kesediaan bapak/ibu untuk mendukung kegiatan halal bi halal di cibodas, Jawa Barat pada hari sabtu tanggal 10 Oktober 2009.
kegiatan tersebut sedang dalam proses perencanaan oleh Panitia Halal bi Halal.
terima kasih.

wassalammualaikum wr.wb.

Senin, 14 September 2009

tradisi pulang mudik

Seperti tahun lalu, inilah momen yang kedua kali tradisi pulang mudik terjadi di Perumahan Griya Insani Kukusan. Memang tradisi pulang mudik merupakan sebuah tradisi nasional di negara republik ini. Dengan jumlah warga + 37 yang sudah mendiami dan menetap di perumahan ini. Sudah terasa pula kehidupan dan interaksi antara warga didalamnya. Terlebih warga sudah mempunyai rumah Allah, rumah tempat dimana interaksi antara warga dengan sang pencipta.

Diperkirakan terdapat + 28 warga perumahan Griya Insani Kukusan yang pulang mudik. Terasa memang, namun itulah kehidupan, ada siang ada malam, ada keramaian tentu ada kesunyian.

Seperti diketahui bahwa pengurus FSW- GIK telah menambah satu personil untuk team security dengan jangka waktu 2 bulan saja. Dengan adanya penambahan untuk team security diharapkan dapat membantu dalam mengantisipasi keadaan lingkungan Griya Insani Kukusan. Biaya untuk menggaji satu personil dikeluarkan dari iuran warga yang selama ini telah berjalan.

Bagi warga yang akan pulang mudik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kembali diantaranya adalah :
- Mengisi data pulang mudik yang dikeluarkan oleh FSW-GIK
- Matikan kulkas, TV, mesin cuci, mesin air, atau yang berhubungan dengan listrik kecuali lampu depan atau dalam rumah

Semoga Allah melindungi dan memudahkan serta diberi kelancaran bagi warga yang akan pulang mudik dan kembali ke Perumahan Griya Insani Kukusan dengan selamat....aminnnnnn…...
selamat lebaran, mohon maaf lahir dan bathin.

Rabu, 09 September 2009

Berprasangka Baik


Ada seorang perempuan pergi ke dokter untuk memeriksakan tekanan darahnya. Ruang tunggu dokter penuh karena banyak pasiennya. Dia harus mengantri. Hampir satu jam kemudian namanya baru dipanggil. Ketika namanya dipanggil kakinya kesemutan sehingga jalannya masuk ke ruang dokter dengan kaki terpincang-pincang.Lima belas menit kemudian perempuan itu keluar dari ruang pemeriksaan dengan langkah biasa lagi. Dua pasien yang dari tadi memperhatikan perempuan masuk ke ruang dokter, kini memandang heran, yang seorang pasien menyenggol sebelahnya sambil mengatakan, 'lihat tuh, betul kan yang saya bilang? Dokter ini memang top di kota ini.'Begitulah kita pada umumnya seringkali mengambil kesimpulan berdasarkan prasangka. Prasangka terbangun karena kebiasaan. Kebiasaan membangun karakter pribadi seseorang. Kebiasaan-kebiasan untuk berprasangka baik atau berpikir positif kita diajarkan sejak anak-anak dengan melalui sholat. Setiap kali kita selesai sholat selalu diakhiri dengan salam.Mengucapkan salam kepada Alloh SWT merupakan simbol dari keislaman. Makna Islam berarti berdamai dengan Alloh SWT. Kita tidak memiliki masalah kepada Alloh dan tidak berpikir negatif kepadanya.Dalam kehidupan, kita kerap mengalami kejadian yang menyenangkan ataupun tidak. Hampir tidak dapat dihindari dalam hati terbersit pikiran negatif terhadap Alloh SWT, terutama jika mengalami nasib kurang baik Jika berlarut, itulah titik permulaan dari malapetaka rohani dan kebangkrutan spiritual.Allah SWT berfirman dalam hadis qudsiy, ana `inda dzonni `abdi, Aku tergantung bagaimana hamba Ku menganggap Ku. Apabila dia berprasangka kepada Ku dengan baik, Aku pun akan baik kepadanya. Dan apabila dia berprasangka kepada Ku dengan prasangka buruk, Aku pun buruk kepadanya.’ Hadis qudsi di atas sebuah kiasan untuk senantiasa berpikir positif dalam keseharian kepada Alloh SWT ataupun terhadap ciptaan-Nya, baik umat manusia maupun seluruh alam.Seperti kita ketahui, di antara tanda-tanda kebesaran Allah ada penciptaan langit dan bumi. Seperti dalam firman-Nya, ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan di antara perbedaan malam dan siang, ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai pikiran mendalam, yaitu mereka yang selalu ingat kepada Alloh.’Atas dasar itu, sudah selayaknya kita memperhatikan alam sekitar. Alam ini tidak diciptakan dengan sia-sia, sehingga hal itu dapat menumbuhkan pikiran positif terhadap alam ataupun Sang Penciptanya. Ayat itu diakhiri dengan permohonan kita kepada Allah untuk dihindarkan dari siksa neraka. Dalam konteks ayat tersebut atau dalam bahasa Arab disebut siyaqu al-ayat siyaqa yang bisa dipahami salah satu penyebab orang mengalami hidup sengsara ialah kalau dia mempunyai pikiran negatif terhadap sesama ciptaan-Nya.Dalam ayat lain, Al-Hujarat, Allah menyebutkan, ‘Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging bangkai saudaranya. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya’ Maksud dari ayat ini kalau kita membicarakan keburukan orang lain yang tidak ada di hadapan kita, hal itu bagaikan memakan bangkai saudara kita sendiri. Ini peringatan agar kita senantiasa menumbuhkan berprasangka baik dan juga berpikiran baik kepada Alloh, sesama saudaranya dan alam sekitarnya.Wassalam

Jumat, 21 Agustus 2009

suara ramadhan

Ass...wr.wb..
Ramadhan di depan mata....

Harum semerbaknya sudah tercium.....

Merdu suaranya sudah terdengar........

Ramadhan menyapa....

Menawarkan pahala yang berlipat-lipat seperti gulungan-gulangan ombak...

Menawarakan malam yang terbaik dari seribu malam....

Sanggupkah kita melawan musuh-musuh hawa nafsu yang setiap detik menghantui kita...???

Sanggupkan kita memenangkan pertempuran ini.....???


Segenap pengurus FSW-GIK memohon maaf apabila dalam bersosialisasi dan berinteraksi dalam bermasyarakat terdapat kesalahan baik disegaja maupun tidak....

wass..wr..wb

Kamis, 13 Agustus 2009

Indahnya Kesulitan



Apa makna dari kesulitan adalah jalan menuju kebahagiaan. Jika kita mampu menyelesaikan setiap kesulitan hidup kita maka kita bisa menemukan kebahagiaan, itulah indahnya sebuah kesulitan.
Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin mengatakan bahwa setiap kali target ditingkatkan maka jalannya menjadi sulit, kendalanya banyak dan dibutuhkan waktu lebih lama, kullama zada al mathlub sho`uba masalikuhu wa katsura `aqabatuhu wa thala zamanuhu. Jadi tingkat kesulitan berhubungan dengan tingkat target. Jika orang ingin sekedar senang dalam hidup, maka ia dapat mencari kesenangan instan, pergi ke tempat hiburan, berfoya-foya dan berpesta pora. Tetapi jika seseorang ingin meraih kebahagiaan, maka ia justeru harus siap menderita menghadapi kesulitan, melupakan kesenangan jangka pendek.Kita sebagai makhluk yang didesain oleh Allah SWT dengan sempurna, memiliki akal sebagai alat berfikir, hati sebagai alat memahami, nurani sebagai alat interospeksi, syahwat sebagai penggerak tingkah laku dan hawa nafsu sebagai tantangan. Kesemuanya itu dirancang untuk menghadapi medan kehidupan yang sulit. Dengan akal kita bisa memecahkan masalah yang sulit, dengan hati kita bisa menerima kenyataan yang pahit, dengan nurani kita bisa mundur selangkah demi memperbaiki diri, dengan syahwat membuat kita dinamis mencari dan dengan hawa nafsu kita menjadi tertantang untuk mampu mengendalkan diri.Kita di satu sisi memang menyukai stabilitas dan kenyamanan hidup, tetapi di sisi lain kita juga menyukai kesulitan. Kita tidak selalu lari dari kesulitan, sebaliknya justeru menantang kesulitan. Jika dalam kehidupan sehari-hari hidup selalu stabil dan nyaman tanpa menjumpai kesulitan, maka dibuatlah stimulasi agar orang menaklukkan kesulitan buatan. Mahasiswa berlomba naik tebing buatan (wall climbing), pembalap mobil mencari medan berlumpur, yang berperahu mengikuti arum jeram, setiap agustusan orang ramai-ramai memanjat pohon pinang yang dilumuri olie, yang sudah punya dua kaki justeru berlomba lari dalam karung. Pokoknya banyak sekali kesulitan yang sengaja dibuat untuk ditaklukkan, mengapa? karena kita memang memiliki tabiat tertantang. Kesulitan buatan pada umumnya hanya melahirkan kesenangan, yakni senang menjadi juara, tetapi belum tentu sampai kepada kebahagiaan. Kesusahan biasanya menambahi kesulitan, tetapi tidak semua kesulitan membuat susah.Adapun kebahagiaan biasanya merupakan buah dari ketabahan menghadapi kesulitan panjang yang bersifat alamiah dalam kehidupan. Itulah maka hakikat kebahagiaan hidup berumah tangga biasanya baru diperoleh setelah kakek nenek, yakni ketika menyaksikan anak cucu sebagai generasi penerusnya hidup sukses dan terhormat.Kesulitan juga harus dibedakan antara analisa dan perasaan, antara kesulitan teknis dan merasa sulit. Ada hambatan yang menurut analisa teknis masuk kategori sangat sulit dan berat, tetapi ada orang yang memandangnya ringan-ringan saja. Kenapa? karena ia merasa tertantang untuk dapat menaklukkan kesulitan dan ia menyadari bahwa kesulitan itu merupakan proses mencapai kebahagiaan. Ia tidak merasa berat dan sulit ketika menghadapi kesulitan karena ia selalu membayangkan buah kebahagiaan yang akan dipetiknya, seperti seorang petani yang belepotan lumpur di sawah, ia tidak merasa risih dengan lumpur karena ia membayangkan panennya nanti. Sedangkan merasa sulit merupakan respon psikologis terhadap problem dan perasaan itu berhubungan dengan tingkat kapasitas kejiwaan yang bersangkutan.
Mampukah kita menaklukan kesulitan?...
Wassalam,